Minggu, 08 November 2009

Benang Merah Musibah dan Rahmat Allah

Assalamu'alaikum wr.wb.............Mungkin ceritaku ini bukanlah cerita yang murni tentang kepemimpinan.Ini sekedar sharing saja bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.Berawal dari gempa besar yang mengguncang Yogya pada Mei 2006 silam perubahan dalam hidupku dimulai.Aku yang sejak lulus SMA 2001 ingin sekali melanjutkan kuliah,tapi karena keterbatasan biaya akhirnya aku urungkan niatku untuk kuliah.Tapi Allah Maha Tahu ,meskipun aku tidak bisa kuliah saat itu namun semangat dan keinginanku untuk kuliah masih membara dalam diriku.Hingga suatu saat...6 bulan pasca gempa itu ada satu lembaga pendidikan dan kepribadian di Yogya yang diberikan dana oleh pihak asing untuk memberikan pelatihan pada korban gempa di Jogja.Alhamdulillah.....aku mendapat kesempatan untuk belajar di sana,meskipun itu bukan pendidikan jenjang perguruan tinggi.Aku disana diajarkan berbagai macam ilmu ,mulai dididik tentang berkepribadian hingga diaajarkan pula tentang broadcast.Setelah aku belajar kurang lebih 6 bulan aku diberikan kesempatan magang di salah satu radio di Jogja.banyak sekali pengalaman waktu aku magang di radio,bertemu dengan orang2 besar seperti Sri Sultan,Menteri Kelautan,artis2 Indonesia dan luar negeri,yang hal2 itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya.Singkat cerita setelah aku selesai magang,aku diajak oleh trainerku untuk ikut beliau memberikan kuliah di 2 universitas swasta di Jogjakarta.Awalnya aku sangat minder sekali karena aku sadar ilmuku sedikit sekali dan aku belum pernah merasakan duduk di bangku kuliah,tapi aku sudah dipercaya diminta untuk membantu beliau.Dan suatu ketika disaat Trainerku mendadak sakit, aku diberikan amanat untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa sendirian.betapa kagetnya aku saat itu,kaget bukan karena senang tapi aku teramat sangat bingung,apa yang harus aku lakukan?Aku bukan anak kuliahan tapi aku hrs mengisi / memimpin kuliah 15 mahasiswa?Bagaimana aku menghadapi mahasiswa?Berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku.Tapi sudah tidak ada waktu lagi untuk berpikir? Akhirnya dengan modal percaya diri,aku mulai masuk untuk sharing bukan mengisi kuliah.Yang aku sharingkan bukanlah teori tapi pengalaman2ku di lapangan yang telah aku alami selama ini.Meskipun waktu satu setengah jam itu bagiku terasa sehari,namun aku sangat bersyukur sekali aku dapat berbagi pengalaman dengan mahasiswa dan mereka pun sangat antusias.Aku sangat bersyukur sekali Allah memberikan aku kelancaran.Ternyata siapapun itu sebenarnya bisa menjadi seorang pemimpin walau dalam keadaan terpaksa. Ternyata ada benang merah antara musibah/sakit dengan Rahmat Allah.Inilah sepenggal cerita hidup saya semoga ada manfaatnya bukan madharat bagi teman2 yang membaca.Wassalamu'alaikum wr.wb.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar